Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Arti Dari Sebuah Bersyukur : Orang Yang Hebat Adalah Yang Mereka Dapat Menerima Yang Sekarang

By Ahmad Afan Shobari

Updated
3 min read
A
I'm a Programmer

Assalamualaikum, pada kesempatan hari ini aku pengen bercerita sedikit tentang pelajaran yang baru-baru ini aku dapatkan yaitu tentang "Rasa Syukur", aku mengambil pelajaran ini dari banyak orang dan berdasarkan dalil.

Apa Itu Rasa Syukur ?

Syukur adalah pengakuan hati, ucapan lisan, dan tindakan anggota tubuh yang menunjukkan terima kasih kepada Allah atas segala nikmat-Nya, serta menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan, atau bisa di bilang "menerima apa yang terjadi pada saat ini" seperti ketika kita bersyukur karena kita masih memiliki anggota keluarga yang masih bersama kita saat ini.

Atau juga ketika kita di timpa musibah seperti pekerjaan yang menumpuk kita bersyukur jika kita masih bisa makan hari ini karena banyak orang di luar sana yang bekerja mati-matian hanya untuk sesuap nasi.

Kenapa Kita Harus Selalu Bersyukur Dan Apa Perubahannya Dengan Diri Kita ?

Banyak dari orang yang berpikir bahwa rasa syukur hanya akan membuat diri kita tidak termotivasi, memperlambat tujuan masa depan kita atau menghambat cita-cita kita, padahal nyatanya rasa syukur adalah penyelamat kita ketika mental kita terjatuhkan dengan ekspetasi yang terlalu tinggi, ketika diri kita seperti terjun ke dalam jurang yang dalam tapi rasa syukurlah yang membuat kita sadar bahwa hidup itu sangatlah abstrak kita tidak dapat mengaturnya kita hanya bisa menerima apa yang Allah berikan kepada kita.

Itulah pentingnya bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi, kita harus menerima apa yang terjadi mau itu baik atau buruk, dan apa yang kita miliki saat ini kecil atau pun besar, ketika kita bisa menerima apa yang ada saat ini kita telah menjadi pemenang untuk diri kita sendiri, kita tidak khawatir apabila musibah datang pada diri kita insya allah, Allahu a'lam.

Momentum Dalam Bersyukur

Ya diantara kita sudah banyak dalam bersyukur dalam hal-hal yang indah untuk di lihat seperti kekayaan, aset, dan lain sebagainya, ya memang benda benda itu enak untuk dilihat tapi kita lupa dengan rasa syukur yang jarang terlihat oleh mata, dan jarang di pikirkan oleh pikiran kita, yaitu kesehatan, keluarga, dan waktu, sebagai mana dalam hadits:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

*“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.”
*(H.R. Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no. 7846, dan Al-Baihaqi no.10248)

Dalam hadist di sebutkan lima perkara, namun dua diantaranya bisa mewakili tiga poin yang akan di sebutkan, mari kita pahami ini lebih detail lagi.

1. Kesehatan

Waktu tidur tidak konsisten dan berantakan, makan makanan yang tidak sehat, dan malas untuk bergerak lalu memilih untuk berdiam diri di dalam rumah itulah penyakit orang di zaman kita ini, semenjak datangnya era internet ini makin banyak orang lupa dengan kehidupan di dunia nyata dan lebih memilih hidup di dunia maya sehingga membuat waktu tidur jadi tidak beraturan, membeli makanan yang viral padahal belum tentu baik untuk kesehatan, atau melihat konten konten receh yang tidak berfaedah hanya untuk kesenangan instan.

Dari sini kita paham bahwa kita kurang bersyukur dengan nikmat sehat yang Allah berikan kepada kita, hingga kita lalai dalam menjaga batasan, ya sosial media itu sangat bermanfaat jika kita dapat mengunakanya secara positif tapi terkadang kita lalai untuk tidak berlebih lebihan dalam mengunakannya maka dari itu kita harus lebih bijak dan terarah.

2. Keluarga Adalah Harta Yang Tidak Ternilai Harganya

Keluarga adalah harta yang paling berharga, bahkan sering dianggap sebagai kekayaan sejati. Meskipun bukan harta materi yang dapat diuangkan, keluarga dianggap sebagai aset tak ternilai yang memberikan kebahagiaan, dukungan, dan ketenangan bagi diri kita,